Sabtu, 11 November 2017

CIRI-CIRI ANAK BERBAKAT



CIRI-CIRI ANAK BERBAKAT
1. Definisi Anak berbakat

Anak berbakat adalah mereka yang memiliki kemampuan-kemampuan yang unggul dan mampu memberikan prestasi yang tinggi. Anak berbakat memerlukan pelayanan pendidikan khusus untuk membantu mereka mencapai prestasi sesuai dengan bakat-bakat mereka yang unggul.
Bakat”(aptitude) diartikan sebagai kemampuan bawaan, sebagai potensi yang masih perlu dikembangkan dan dilatih agar dapat terwujud. Berbeda dengan bakat, “kemampuan” merupakan daya untuk melakukan suatu tindakan sebagai hasil dari pembawaan dan latihan. Kemampuan menunjukkan bahwa suatu tindakan (performance) dapat dilakukan sekarang. Sedangkan bakat memerlukan latihan dan pendidikan agar suatu tindakan dapat dilakukan dimasa yang akan datang. Bakat dan kemampuan menentukan “prestasi” seseorang. Jadi prestasi itulah yang merupakan perwujudan dari bakat dan kemampuan.

2. Ciri-Ciri Anak berbakat

Ciri-ciri anak berbakat menurut Martinson (1974) adalah sebagai berikut:
1.     Gemar membaca pada usia lebih muda
2.     membaca lebih cepat dan lebih banyak
3.     memiliki perbendaharaan kata yang luas
4.     mempunyai rasa ingin tahu yang kuat
5.     mempunyai minat yang luas, juga terhadap masalah “dewasa”
6.     mempunyai inisiatif, dapat bekerja sendiri
7.     menunjukkan keaslian (orisinalitas) dalam ungkapan verbal
8.     memberi jawaban-jawaban yang baik
9.    dapat memberikan banyak gagasan
10.  luwes dalam berpikir
11.  terbuka terhadap rangsangan-rangsangan dari lingkungan
12.  mempunyai pengamatan yang tajam
13. dapat berkonsentrasi untuk jangka waktu panjang, terutama terhadap tugas atau bidang yang   diminati
14.  berpikir kritis, juga terhadap diri sendiri
15.  senang mencoba hal-hal baru
16.  mempunyai daya abstraksi, konseptualisasi, dan sintesis yang tinggi
17.  senang terhadap kegiatan intelektual dan pemecahan masalah
18.  cepat menangkap hubungan-hubungan (sebab akibat)
19.  berperilaku terarah kepada tujuan
20.  mempunyai daya imajinasi yang kuat
21.  mempunyai banyak kegemaran (hobi)
22.  mempunyai daya ingat yang kuat
23.  tidak cepat puas dengan prestasinya
24.  peka (sensitif) dan menggunakan firasat (intuisi)
25.  menginginkan kebebasan dalam gerakan dan tindakan. 
  
Beberapa istilah  oleh Feldhusen (Ichrom,l988) diformulasikan sebagai berikut:
1.   Predikat Genius diberikan kepada individu yang menunjukan kemampuan yang demikian tinggi dalam berbagai pekerjaan yang akan memberikan maslahat besar.
2.  Gifted dilabelkan kepada anak yang menunjukan tanda-tanda atau kemampuan unggul atau superior.
3.   Precocious diberikan kepada anak-anak atau remaja yang mampu menyelesaikan pekerjaan yang seharusnya dikerjakan oleh orang yang berusia lebih tinggi.
4.  Kreratif diberikan kepada anak yang mampu melahirkan ode-ide baru luar biasa, atau tak lazim.  Talented adalah atribut untuk anak-anak yang mempunyai keunggulan dalam bidang tertentu.

Menurut Renzulli keberbakatan mencakup tiga dimensi yang saling berkaitan, yaitu kecakapan diatas rata-rata, kreativitas dan komitment pada tugas. Renzulli meyakini bila faktor-faktor ini menyatu dalam diri individu, hasilnya adalah orang yang benar-benar berbakat dalam kinerja yang luar biasa dan sumbangan sangat besar pada masyarakat. Risetnya menunjukan bahwa secara konsisten orang-orang yang mendapat pengakuan karena prestasi dan kontribusi kreatif mereka yang unik, memiliki tiga kelompok ciri-ciri yang berpautan,yaitu kemampuan umum diatas rata-rata, kreativitas dan pengikatan terhadap tugas. Jadi memiliki salah satu kelompok ciri, misalnya inteligensi tinggi, belum mencerminkan keberbakatan. Meskipun dua kawasan yang mendampingi kemampuan intelektual adalah kawasan non-intelektual, namun kawasan non- intelektual ini sangat menentukan kinerja intelektual seseorang. Karenanya ketiganya saling berinteraksi “ theree-ring-interaction.

Implikasi bagi guru anak berbakat disimpulkan oleh Barbie dan Renzulli (1975) sebagai berikut:
1.   Guru perlu memahami diri sendiri, karena anak yang belajar tidak hanya dipengaruhi oleh apa yang dilakukan guru, tetapi juga bagaimana guru melakukannya.
2.   Guru perlu memiliki pengertian tentang keterbakatan.
3.  Guru hendaknya mengusahakan suatu lingkungan belajar sesuai dengan perkembangan yang unggul dari kemampuan-kemampuan anak.
4.   Guru memberikan tantangan daripada tekanan.
5.  Guru tidak hanya memperhatikan produk atau hasil belajar siswa, tetapi lebih-lebih proses belajar.
6.  Guru lebih baik memberikan umpan balik daripada penilaian harus menyediakan beberapa alternatif strategi belajar.
7.   Guru hendaknya dapat menciptakan suasana di dalam kelas yang menunjang rasa harga diri anak serta dimana anak merasa aman dan berani mengambil resiko dalam menentukan pendapat dan keputusan.

Peran dan Tanggung Jawab Guru Kelas

Guru kelas adalah guru yang mengikuti kelas pada satuan pendidikan sekolah dasar atau yang sederajat, yang bertugas melaksanakan pembelajaran seluruh mata pelajaran pada satuan pendidikan tersebut, kecuali pendidikan agama dan olahraga.
1.   Berkomunikasi secara berkala dengan keluarga, yaitu: orangtua atau wali tentang kemajuan anak mereka dalam belajar dan berprestasi;
2.   Bekerja sama dengan masyarakat untuk menjaring anak yang tidak bersekolah, mengajak dan memasukkannya ke sekolah;
3.  Menjelaskan manfaat dan tujuan lingkungan inklusi ramah terhadap pembelajaran kepada orangtua peserta didik;
4. Mempersiapkan anak agar berarti berinteraksi dengan masyarakat sebagai bagian dari kurikulum, seperti mengunjungi museum, memperingati hari-hari besar keagamaan dan nasional;
5.   Mengajak orangtua dan anggota masyarakat terlibat di kelas;
6.   Mengkomunikasikan lingkungan inklusi ramah terhadap pembelajaran kepada orangtua atau wali peserta didik, komite sekolah serta pemimpin dan anggota masyarakat;
7. Bekerja sama dengan para orangtua untuk menjadi penyuluh lingkungan inklusi ramah terhadap pembelajaran di lingkungan sekolah dan masyarakat.
8.   Peran dan Tanggung Jawab Guru Studi

DAFTAR PUSTAKA


CIRI-CIRI ANAK BERBAKAT



CIRI-CIRI ANAK BERBAKAT
1. Definisi Anak berbakat

Anak berbakat adalah mereka yang memiliki kemampuan-kemampuan yang unggul dan mampu memberikan prestasi yang tinggi. Anak berbakat memerlukan pelayanan pendidikan khusus untuk membantu mereka mencapai prestasi sesuai dengan bakat-bakat mereka yang unggul.
Bakat”(aptitude) diartikan sebagai kemampuan bawaan, sebagai potensi yang masih perlu dikembangkan dan dilatih agar dapat terwujud. Berbeda dengan bakat, “kemampuan” merupakan daya untuk melakukan suatu tindakan sebagai hasil dari pembawaan dan latihan. Kemampuan menunjukkan bahwa suatu tindakan (performance) dapat dilakukan sekarang. Sedangkan bakat memerlukan latihan dan pendidikan agar suatu tindakan dapat dilakukan dimasa yang akan datang. Bakat dan kemampuan menentukan “prestasi” seseorang. Jadi prestasi itulah yang merupakan perwujudan dari bakat dan kemampuan.

2. Ciri-Ciri Anak berbakat

Ciri-ciri anak berbakat menurut Martinson (1974) adalah sebagai berikut:
1.     Gemar membaca pada usia lebih muda
2.     membaca lebih cepat dan lebih banyak
3.     memiliki perbendaharaan kata yang luas
4.     mempunyai rasa ingin tahu yang kuat
5.     mempunyai minat yang luas, juga terhadap masalah “dewasa”
6.     mempunyai inisiatif, dapat bekerja sendiri
7.     menunjukkan keaslian (orisinalitas) dalam ungkapan verbal
8.     memberi jawaban-jawaban yang baik
9.    dapat memberikan banyak gagasan
10.  luwes dalam berpikir
11.  terbuka terhadap rangsangan-rangsangan dari lingkungan
12.  mempunyai pengamatan yang tajam
13. dapat berkonsentrasi untuk jangka waktu panjang, terutama terhadap tugas atau bidang yang   diminati
14.  berpikir kritis, juga terhadap diri sendiri
15.  senang mencoba hal-hal baru
16.  mempunyai daya abstraksi, konseptualisasi, dan sintesis yang tinggi
17.  senang terhadap kegiatan intelektual dan pemecahan masalah
18.  cepat menangkap hubungan-hubungan (sebab akibat)
19.  berperilaku terarah kepada tujuan
20.  mempunyai daya imajinasi yang kuat
21.  mempunyai banyak kegemaran (hobi)
22.  mempunyai daya ingat yang kuat
23.  tidak cepat puas dengan prestasinya
24.  peka (sensitif) dan menggunakan firasat (intuisi)
25.  menginginkan kebebasan dalam gerakan dan tindakan. 
  
Beberapa istilah  oleh Feldhusen (Ichrom,l988) diformulasikan sebagai berikut:
1.   Predikat Genius diberikan kepada individu yang menunjukan kemampuan yang demikian tinggi dalam berbagai pekerjaan yang akan memberikan maslahat besar.
2.  Gifted dilabelkan kepada anak yang menunjukan tanda-tanda atau kemampuan unggul atau superior.
3.   Precocious diberikan kepada anak-anak atau remaja yang mampu menyelesaikan pekerjaan yang seharusnya dikerjakan oleh orang yang berusia lebih tinggi.
4.  Kreratif diberikan kepada anak yang mampu melahirkan ode-ide baru luar biasa, atau tak lazim.  Talented adalah atribut untuk anak-anak yang mempunyai keunggulan dalam bidang tertentu.

Menurut Renzulli keberbakatan mencakup tiga dimensi yang saling berkaitan, yaitu kecakapan diatas rata-rata, kreativitas dan komitment pada tugas. Renzulli meyakini bila faktor-faktor ini menyatu dalam diri individu, hasilnya adalah orang yang benar-benar berbakat dalam kinerja yang luar biasa dan sumbangan sangat besar pada masyarakat. Risetnya menunjukan bahwa secara konsisten orang-orang yang mendapat pengakuan karena prestasi dan kontribusi kreatif mereka yang unik, memiliki tiga kelompok ciri-ciri yang berpautan,yaitu kemampuan umum diatas rata-rata, kreativitas dan pengikatan terhadap tugas. Jadi memiliki salah satu kelompok ciri, misalnya inteligensi tinggi, belum mencerminkan keberbakatan. Meskipun dua kawasan yang mendampingi kemampuan intelektual adalah kawasan non-intelektual, namun kawasan non- intelektual ini sangat menentukan kinerja intelektual seseorang. Karenanya ketiganya saling berinteraksi “ theree-ring-interaction.

Implikasi bagi guru anak berbakat disimpulkan oleh Barbie dan Renzulli (1975) sebagai berikut:
1.   Guru perlu memahami diri sendiri, karena anak yang belajar tidak hanya dipengaruhi oleh apa yang dilakukan guru, tetapi juga bagaimana guru melakukannya.
2.   Guru perlu memiliki pengertian tentang keterbakatan.
3.  Guru hendaknya mengusahakan suatu lingkungan belajar sesuai dengan perkembangan yang unggul dari kemampuan-kemampuan anak.
4.   Guru memberikan tantangan daripada tekanan.
5.  Guru tidak hanya memperhatikan produk atau hasil belajar siswa, tetapi lebih-lebih proses belajar.
6.  Guru lebih baik memberikan umpan balik daripada penilaian harus menyediakan beberapa alternatif strategi belajar.
7.   Guru hendaknya dapat menciptakan suasana di dalam kelas yang menunjang rasa harga diri anak serta dimana anak merasa aman dan berani mengambil resiko dalam menentukan pendapat dan keputusan.

Peran dan Tanggung Jawab Guru Kelas

Guru kelas adalah guru yang mengikuti kelas pada satuan pendidikan sekolah dasar atau yang sederajat, yang bertugas melaksanakan pembelajaran seluruh mata pelajaran pada satuan pendidikan tersebut, kecuali pendidikan agama dan olahraga.
1.   Berkomunikasi secara berkala dengan keluarga, yaitu: orangtua atau wali tentang kemajuan anak mereka dalam belajar dan berprestasi;
2.   Bekerja sama dengan masyarakat untuk menjaring anak yang tidak bersekolah, mengajak dan memasukkannya ke sekolah;
3.  Menjelaskan manfaat dan tujuan lingkungan inklusi ramah terhadap pembelajaran kepada orangtua peserta didik;
4. Mempersiapkan anak agar berarti berinteraksi dengan masyarakat sebagai bagian dari kurikulum, seperti mengunjungi museum, memperingati hari-hari besar keagamaan dan nasional;
5.   Mengajak orangtua dan anggota masyarakat terlibat di kelas;
6.   Mengkomunikasikan lingkungan inklusi ramah terhadap pembelajaran kepada orangtua atau wali peserta didik, komite sekolah serta pemimpin dan anggota masyarakat;
7. Bekerja sama dengan para orangtua untuk menjadi penyuluh lingkungan inklusi ramah terhadap pembelajaran di lingkungan sekolah dan masyarakat.
8.   Peran dan Tanggung Jawab Guru Studi

DAFTAR PUSTAKA