PENGERTIAN
KREATIVITAS 4P
PENDAHULUAN
:
A.
PENGERTIAN KREATIVITAS
Walaupun ada pengakuan
ilmiah terhadap pentingnya kreativitas, namun hingga kini hanya sedikit sekali
penelitian yang telah dilakukan. Hal itu disebabkan adanya kesulitan metodologi
dan karena adanya keyakinan bahwa kreativitas adalah suatu faktor bawaan
individual sehingga hanya sedikit yang dapat dilakukan untuk mengendalikannya.
Beberapa pengertian
kreativitas menurut para ahli, diantaranya ;
a. Utami
Munandar (1995 : 25) kreativitas adalah suatu kemampuan umum untuk
menciptakan suatu yang baru, sebagai kemampuan untuk memberikan gagasan-gagasan
baru yang dapat diterapkan dalam pemecahan masalah, atau sebagai kemampuan
untuk melihat hubungan-hubungan baru antara unsur-unsur yang sudah ada
sebelumnya.
b. Imam
Musbikin (2006 : 6) kreativitas adalah kemampuan memulai ide, melihat
hubungan yang baru, atau tak diduga sebelumnya, kemampuan memformulasikan
konsep yang tak sekedar menghafal, menciptakan jawaban baru untuk soal-soal
yang ada, dan mendapatkan pertanyaan baru yang perlu di jawab.
c. Mangunhardjana (1986
: 11) adalah kegiatan yang mendatangkan hasil yang sifatnya berguna (useful),
lebih enak, lebih praktis, mempermudah, memperlancar, mendorong, mengembangkan,
mendidik, memecahkan masalah, mengurangi hambatan, mengatasi kesulitan,
mendatangkan hasil lebih baik atau banyak.
d. Sternberg (1988),
kreativitas merupakan titik pertemuan yang khas antara tiga atribut psikologis,
yaitu intelegensi, gaya kognitif, dan kepribadian/motivasi.
e. Baron (1969)
yang menyatakan kreativitas adalah kemampuan untuk menghasilkan atau
menciptakan sesuatu yang baru.
f. Supriyadi dalam
Yeni Rachmawati dan Euis Kurniati (2005 : 15) mengutarakan bahwa kreativitas
adalah kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa
gagasan maupun karya nyata yang relatif berbeda dengan apa yang telah ada.
Selanjutnya ia menambahkan bahwa kreativitas merupakan kemampuan berpikir
tingkat tinggi yang mengimplikasikan terjadinya eskalasi dalam kemampuan
berpikir, ditandai oleh suksesi, diskontinuitas, diverensiasi, dan integrasi
antara setiap tahap perkembangan.
g. Clark
Moustakis (1967), ahli psikologi humanistic menyatakan bahwa kreativitas
adalah pengalaman mengekspresikan dan mengaktualisasikan identitas individu
dalam bentuk terpadu dalam hubungan dengan diri sendiri, dengan alam, dan
dengan orang lain.
h. Rhodes,
umumnya kreativitas didefinisikan sebagai Person, Process, Press, Product.
Keempat P ini saling berkaitan, yaitu Pribadi (Person) kreatif yang melibatkan
diri dalam proses (Process) kreatif, dan dengan dorongan dan dukungan (Press)
dari lingkungan, menghasilkan produk (Product) kreatif.
i. Hulbeck (1945),
“ Creative action is an imposing of one’s own whole personality on the
environment in an unique and characteristic way”. Dimana tindakan kreatif
muncul dari keunikan keseluruhan kepribadian dalam interaksi dengan
lingkungannya.
j. Haefele (1962),
kreativitas adalah kemampuan untuk membuat kombinasi-kombinasi baru yang
mempunyai makna social.
k. Torrance (1988),
kreativitas adalah proses merasakan dan mengamati adanya masalah, membuat
dugaan tentang kekurangan (masalah) ini, menilai dan menguji dugaan atau
hipotesis, kemudian mengubah dan mengujinya lagi, dan akhirnya menyampaikan
hasil-hasilnya.
Dari berbagai pengertian
yang dikemukakan oleh para ahli untuk menjelaskan makna dari kreativitas
penulis mengambil kesimpulan bahwa kreativitas adalah kemampuan menciptakan
sesuatu yang baru, proses konstuksi ide yang dapat diterapkan dalam
menyelesaikan masalah, serta suatu kegiatan yang bermanfaat.
Adapun Definisi kreativitas
tergantung pada segi penekanannya, kreativitas dapat didefinisikan kedalam
empat jenis dimensi sebagai Four P’s Creativity, yaitu dimensi Person,Proses,
Press dan Product sebagai berikut :
1.
Definisi kreativitas dalam dimensi Person. Definisi pada dimensi person adalah
upaya mendefinisikan kreativitas yang berfokus pada individu atau person dari
individu yang dapat disebut kreatif. “Creativity refers to the abilities that
are characteristics of creative people” (Guilford, 1950 dalam Reni Akbar-Hawadi
dkk, 2001). “Creative action is an imposing of one’s own whole personality on
the environment in an unique and characteristic way
(Hulbeck, 1945 dikutip Utami Munandar, 1999). Guilford menerangkan bahwa kreativitas merupakan kemampuan atau kecakapan yang ada dalam diri seseorang, hal ini erat kaitannya dengan bakat. Sedangkan Hulbeck menerangkan bahwa tindakan kreatif muncul dari keunikan keseluruhan kepribadian dalam interaksi dengan lingkungannya. Definisi kreativitas dari dua pakar diatas lebih berfokus pada segi pribadi.
(Hulbeck, 1945 dikutip Utami Munandar, 1999). Guilford menerangkan bahwa kreativitas merupakan kemampuan atau kecakapan yang ada dalam diri seseorang, hal ini erat kaitannya dengan bakat. Sedangkan Hulbeck menerangkan bahwa tindakan kreatif muncul dari keunikan keseluruhan kepribadian dalam interaksi dengan lingkungannya. Definisi kreativitas dari dua pakar diatas lebih berfokus pada segi pribadi.
2.
Kreativitas dalam dimensi Process. Definisi pada dimensi proses upaya
mendefinisikan kreativitas yang berfokus pada proses berpikir sehingga
memunculkan ide-ide unik atau kreatif. “Creativity is a process that manifest
in self in fluency, in flexibility as well in originality of thinking”
(Munandar, 1977 dalam Reni Akbar-Hawadi dkk, 2001). Utami Munandar menerangkan bahwa
kreativitas adalah sebuah proses atau kemampuan yang mencerminkan kelancaran,
keluwesan (fleksibititas), dan orisinalitas dalam berpikir, serta kemampuan
untuk mengelaborasi (mengembangkan, memperkaya, memperinci), suatu gagasan.
Pada definisi ini lebih menekankan pada aspek proses perubahan (inovasi dan
variasi). Dari pendapat diatas kreativitas sebagai sebuah proses yang terjadi
didalam otak manusia dalam menemukan dan mengembangkan sebuah gagasan baru yang
lebih inovatif dan variatif (divergensi berpikir).
3.
Definisi Kreativitas dalam dimensi Press. Definisi dan pendekatan kreativitas
yang menekankan faktor press atau dorongan, baik dorongan internal diri sendiri
berupa keinginan dan hasrat untuk mencipta atau bersibuk diri secara kreatif,
maupun dorongan eksternal dari lingkungan sosial dan psikologis. Definisi
Simpson (1982) dalam S. C. U. Munandar 1999, merujuk pada aspek dorongan
internal dengan rumusannya sebagai berikut : “The initiative that one manifests
by his power to break away from the usual sequence of thought”
Mengenai “press” dari lingkungan, ada lingkungan yang menghargai imajinasi dan fantasi, dan menekankan kreativitas serta inovasi. Kreativitas juga kurang berkembang dalam kebudayaan yang terlalu menekankan tradisi, dan kurang terbukanya terhadap perubahan atau perkembangan baru.
Mengenai “press” dari lingkungan, ada lingkungan yang menghargai imajinasi dan fantasi, dan menekankan kreativitas serta inovasi. Kreativitas juga kurang berkembang dalam kebudayaan yang terlalu menekankan tradisi, dan kurang terbukanya terhadap perubahan atau perkembangan baru.
4.
Definisi Kreativitas dalam dimensi Product. Definisi pada dimensi produk
merupakan upaya mendefinisikan kreativitas yang berfokus pada produk atau apa
yang dihasilkan oleh individu baik sesuatu yang baru/original atau sebuah
elaborasi/penggabungan yang inovatif. “Creativity is the ability to bring
something new into existence” (Baron, 1976 dalam Reni Akbar-Hawadi dkk, 2001)
Definisi yang berfokus pada produk kreatif menekankan pada orisinalitas, seperti yang dikemukakan oleh Baron (1969) yang menyatakan bahwa kreatifitas adalah kemampuan untuk menghasilkan/menciptakan sesuatu yang baru. Begitu pula menurut Haefele (1962) dalam Munandar, 1999; yang menyatakan kreativitas adalah kemampuan untuk membuat kombinasi-kombinasi baru yang mempunyai makna sosial. Dari dua definisi ini maka kreatifitas tidak hanya membuat sesuatu yang baru tetapi mungkin saja kombinasi dari sesuatu yang sudah ada sebelumnya.
Definisi yang berfokus pada produk kreatif menekankan pada orisinalitas, seperti yang dikemukakan oleh Baron (1969) yang menyatakan bahwa kreatifitas adalah kemampuan untuk menghasilkan/menciptakan sesuatu yang baru. Begitu pula menurut Haefele (1962) dalam Munandar, 1999; yang menyatakan kreativitas adalah kemampuan untuk membuat kombinasi-kombinasi baru yang mempunyai makna sosial. Dari dua definisi ini maka kreatifitas tidak hanya membuat sesuatu yang baru tetapi mungkin saja kombinasi dari sesuatu yang sudah ada sebelumnya.
Dari berbagai pengertian
yang dikemukakan oleh para ahli untuk menjelaskan makna dari kreativitas yang
dikaji dari empat dimensi yang memberikan definisi saling melengkapi. Untuk itu
kita dapat membuat berbagai kesimpulan mengenai definisi tentang kreativitas
dengan acuan beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli.
Dari beberapa uraian
mengenai definisi kreativitas yang dikemukakan diatas peneliti menyimpulkan
bahwa : “Kreativitas adalah proses konstruksi ide yang orisinil (asli),
bermanfaat, variatif (bernilai seni) dan inovatif (berbeda/lebih baik)”.
B.
KONSEP DASAR KREATIVITAS BERDASAR 4 P
Strategi 4P yaitu Pribadi,
Pendorong, Proses, dan Produk yang menurut para ahli dapat membantu
mengembangkan kreatifitas anak jika diterapkan secara benar. Pada dasarnya
setiap anak memiliki kreativitas, hanya saja tidak semua anak bisa
mengembangkan kreatifitasnya dengan benar. Untuk itu diperlukan peran orang tua
dalam mengembangkan kreatifitas tersebut. Melalui strategi 4P ini diharapkan
dapat membantu orang tua dalam mengembangkan kreativitas anaknya.
Pribadi
Hal pertama yang harus orang
tua ketahui dalam upaya mengembangkan kreatifitas anak adalah dengan memahami
pribadi mereka, diantaranya dengan :
Memahami bahwa setiap anak
memiliki pribadi berbeda, baik dari bakat, minat, maupun keinginan.Menghargai
keunikan kreativitas yang dimiliki anak, dan bukan mengharapkan hal-hal yang
sama antara satu anak dengan anak lainnya, karena setiap anak adalah pribadi
yang “unik”, dan kreatifitas juga merupakan sesuatu yang unik.Jangan
membanding-bandingkan anak karena tiap anak memiliki minat, bakat, kelebihan
serta ketebatasannya masing-masing. Pahamilah kekurangan anak dan kembangkanlah
bakat dan kelebihan yang dimilikinya.
Pendorong
Dorongan dan motivasi bagi anda sangat berguna bagi anak dalam mengembangkan motivasi instrinsik mereka, dengan begitu mereka akan sendirinya berkreasi tanpa merasa dipaksa dan dituntut ini itu, kita dapat melakukan :
Dorongan dan motivasi bagi anda sangat berguna bagi anak dalam mengembangkan motivasi instrinsik mereka, dengan begitu mereka akan sendirinya berkreasi tanpa merasa dipaksa dan dituntut ini itu, kita dapat melakukan :
Berilah fasilitas dan sarana
bagi mereka untuk berkreasi, misalnya melalui mainan-mainan yang bisa
merangsang daya kreativitas anak misalnya balok-balok susun, lego, mainan alat
dapur dan sebagainya. Hindari memberikan mainan yang tinggal pencet tombol atau
mainan langsung jadi.Ciptakan lingkungan keluarga yang mendukung kreatifitas
anak dengan memberikan susana aman dan nyaman.Hindari membatasai ruang gerak
anak didalam rumah karena takut ada barang-barang yang pecah atau rusak, karena
cara ini justru bisa memasung kreativitas mereka, alangkah lebih baik jika anda
mau mengalah dengan menyimpan dahulu barang-barang yang mudah pecah ketempat
yang aman, atau anda bisa meyediakan tempat khusus bermain anak, dimana anak
bebas berkreasi.Disiplin tetap diperlukan agar ide-ide kreatif mereka bisa
terwujud.
Proses
Proses berkreasi merupakan bagian paling penting dalam pengembangan kreativitas dimana anak anda akan merasa mampu dan senang bersibuk diri secara kreatif dengan aktifitas yang dilakukannya, baik melukis, menyusun balok, merangkai bunga dan sebagainya, beberapa hal yang dapat dilakukan:
Proses berkreasi merupakan bagian paling penting dalam pengembangan kreativitas dimana anak anda akan merasa mampu dan senang bersibuk diri secara kreatif dengan aktifitas yang dilakukannya, baik melukis, menyusun balok, merangkai bunga dan sebagainya, beberapa hal yang dapat dilakukan:
Hargailah kreasinya tanpa
perlu berlebihan, karena secara intuisif anak akan tahu mana pujian yang tulus
dan yang mana yang hanya akan basa-basi.Hindari memberi komentar negatif saat
anak berkreasi, apalagi disertai dengan perintah ini itu terhadap karya yang
sedang dibuatnya, karena hal ini justru dapat menyurutkan semangatnya
berkreasi.Peliharalah harga diri anak dengan mengungkapkan terlebih dahulu
komentar anda secara positif, misalnya “bunda senang adek bisa membuat menara
seperti itu, lain kali adek buat yang lebih tinggi dan tidak mudah ambruk ya.”
Dengan demikian anak akan merasa dirinya mampu dan dihargai lingkungannya
Produk
Pada tahap ini anak sudah bisa menghasilkan produk kreatif mereka, yang bisa dilakukan:
Pada tahap ini anak sudah bisa menghasilkan produk kreatif mereka, yang bisa dilakukan:
Hargailah hasil kreatifitas
mereka meski hasilnya agak kurang memuaskan.Pajanglah karya anak anda di kamar
mereka atau tempat-tempat lain yang memungkinkan. Dengan demikian, anak akan
merasa bangga karena karyanya dihargai.
TEORI
MENGENAI KREATIVITAS :
C.
TEORI PEMBENTUKAN PRIBADI KREATIF :
a. Teori Psikoanalisa
Psikoanalisa memandang kreativitas
sebagai hasil mengatasi suatu masalah, yang biasanya dimulai sejak di masa
anak-anak. Priadi kreatif dipandang sebagai seseorang yang pernah mempunyai
pengalaman traumatis, yang dihadapi dengan memungkinkan gagasan-gagasan yang
disadari dan yang tidak disadari bercampur menjadi pemecahan inovatif dari
trauma.
Adapun tokoh-tokohnya
adalah:
Sigmund Freud. Ia
menjelaskan proses kreatif dari mekanisme pertahanan, yang merupakan upaya tak
sadar untuk menghindari kesadaran mengenai ide-ide yang tidak menyenangkan atau
yang tidak dapat diterima. Sehingga biasanya mekanisme pertahanan merintangi
produktivitas kreatif. Meskipun kebanyakan mekanisme pertahanan menghambat
tindakan kreatif, namun justru mekanisme sublimasi justru merupakan penyebab
utama dari kreativitas.
Ernest Kris. Ia menekankan
bahwa mekanisme pertahanan regresi (beralih ke perilaku sebelumnya yang akan
memberi kepuasaan, jika perilaku sekarang tidak berhasil atau tidak memberi
kepuasaan) juga sering muncul dalam tindakan kreatif.
Carl Jung. Ia juga percaya
bahwa ketidaksadaran memainkan peranan yang amat penting dalam kreativitas
tingkat tinggi. Alam pikiran yang tidak disadari dibentuk oleh masa lalu
pribadi. Dengan adanya ketidaksadaran kolektif, akan timbul penemuan, teori,
seni, dan karya-karya baru lainnya. Prose inilah yang menyebabkan kelanjutan
dari eksistensi manusia.
b. Teori Humanistik
Humanistik lebih menekankan
kreativitas sebagai hasil dari kesehatan psikologis tingkat tinggi. Dan
kreativitas dapat berkembang selama hidup dan tidak terbatas pada usia lima
tahun pertama.
Abraham Maslow. Ia
menekankan bahwa manusia mempunyai naluri-naluri dasar yang menjadi nyata
sebagai kebutuhan. Kebutuhan-kebutuhan itu, diwujudkan Maslow sebagai hirarki
kebutuhan manusia, dari yang terendah hingga yang tertinggi.
Carl Rogers. Ia menjelaskan
ada 3 kondisi dari pribadi yang kreatif, adalah keterbukaan terhadap
pengalaman, kemampuan untuk menilai situasi sesuai dengan Patokan pribadi
seseorang, kemampuan untuk bereksperiman atau untuk ‘bermain’ dengan
konsep-konsep.
C. Teori
Cziksentmihalyi
Ciri pertama yang memudahkan
tumbuhnya kreativitas adalah Predisposisi genetis (genetic predispotition).
Contoh seorang yang system sensorisnya peka terhadap warna lebih mudah menjadi
pelukis, peka terhadap nada lebih mudah menjadi pemusik.
a. Minat
pada usia dini pada ranah tertentu:
Minat menyebabkan seseorang
terlibat secara mendalam terhadap ranah tertentu, sehingga mencapai kemahiran
dan keunggulan kreativitas.
b. Akses terhadap
suatu bidang:
Adanya sarana dan prasarana
serta adanya pembina/mentor dalam bidang yang diminati sangat
membantu pengembangan bakat.
c. Access to
a field:
Kemampuan berkomunikasi dan
berinteraksi dengan teman sejawat + tokoh-tokoh penting dalam bidang yang
digeluti, memperoleh informasi yang terakhir, mendapatkan kesempatan bekerja
sama dengan pakar-pakar dalam b idang yang diminati sangat penting untuk
mendapatkan pengakuan + penghargaan dari orang-orang
penting.
Orang-orang kreatif ditandai
adanya kemampuan mereka yang luar biasa untuk menyesuaikan diri terhadap hampir
setiap situasi dan untuk melakukan apa yang perlu untuk mencapai tujuannya.
SUMBER :